Provinsi DKI Jakarta memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi sehingga membutuhkan sistem pemantauan data Automatic Rain Gauge (ARG) dan Automatic Weather Station (AWS) dengan pembaruan yang cepat dan konsisten. Pada sistem sebelumnya, sebagian akuisisi data masih menggunakan File Transfer Protocol (FTP) dengan interval sekitar 10 menit. Penelitian ini bertujuan merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem monitoring Web-GIS yang menggantikan mekanisme FTP tersebut melalui integrasi Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) dan Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Data MQTT diterima secara event-driven, sedangkan data HTTP diambil secara periodik; keduanya dinormalisasi melalui Node-RED, disimpan pada MySQL, diproses melalui backend Laravel, dan divisualisasikan menggunakan Leaflet.js. Sistem dikembangkan dengan model Prototyping dan dievaluasi pada lingkungan pengembangan melalui pengujian black-box serta pengujian konsistensi pembaruan data. Seluruh 14 skenario fungsional berhasil dijalankan. Pengujian selama 24 jam terhadap 15 stasiun menghasilkan 21.476 interval dengan rata-rata 60,30 detik dan simpangan baku 5,22 detik. Sebanyak 99,16% interval berada dalam rentang toleransi operasional 56-65 detik, meskipun masih ditemukan 96 gap dan 52 data duplikat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi MQTT-HTTP mampu menyediakan pembaruan sekitar satu menit dengan konsistensi tinggi, serta meningkatkan resolusi temporal berdasarkan perbandingan interval konfigurasi terhadap FTP sebelumnya, bukan berdasarkan pengujian performa langsung antarmekanisme.
Copyrights © 2026