Meningkatnya kebutuhan energi listrik di Pulau Nusa Penida sebagai sistem kelistrikan terisolasi menyebabkan rugi-rugi daya pada jaringan distribusi 20 kV semakin besar akibat panjangnya penyulang dan tingginya aliran daya dari sumber utama menuju pusat beban. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi Distributed Generation (DG) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) terhadap penurunan rugi-rugi daya menggunakan metode Quasi-Dynamic Simulation (QDS) pada DIgSILENT PowerFactory. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pemodelan sistem distribusi, penyusunan profil beban harian, simulasi kondisi eksisting, serta evaluasi skenario integrasi PLTS, BESS, dan kombinasi keduanya selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal menghasilkan rata-rata rugi-rugi daya sebesar 0,342001 MW atau 1,032%. Integrasi PLTS mampu menurunkan rugi-rugi daya sebesar 13,28%, sedangkan BESS dengan strategi load shifting menurunkan sebesar 0,10%. Kombinasi PLTS dan BESS memberikan hasil terbaik dengan rugi-rugi daya sebesar 0,894% atau turun 13,37% dibandingkan kondisi awal sehingga meningkatkan efisiensi penyaluran energi pada jaringan distribusi.
Copyrights © 2026