Abstrak: Kelompok Tani Hutan (KTH) Fetomnasi menghadapi berbagai kendala dalam pengembangan agroforestri berbasis perhutanan sosial, antara lain keterbatasan pengetahuan mengenai pengelolaan agroforestri, pengelolaan lahan kering, pengolahan hasil, dan penguatan kelembagaan kelompok. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok terkait pengembangan agroforestri jambu mete berbasis perhutanan sosial. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi program dan penyuluhan kepada 23 anggota KTH Fetomnasi di Kabupaten Kupang. Materi yang diberikan meliputi pengembangan agroforestri jambu mete, pengelolaan lahan kering, pengolahan hasil, peningkatan nilai tambah produk, serta penguatan kelembagaan kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta dari 80,9 pada saat pre-test menjadi 92,2 pada saat post-test atau meningkat sebesar 14,0%. Sebanyak 69,6% peserta mengalami peningkatan nilai dan tidak terdapat peserta yang mengalami penurunan nilai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta dalam pengelolaan agroforestri berbasis perhutanan sosial.Abstract: The Forest Farmer Group (KTH) Fetomnasi faces various in developing social forestry-based agroforestry systems, including limited knowledge of agroforestry management, dryland management, post-harvest processing, and institutional strengthening. This community service program aimed to improve the knowledge and understanding of group members regarding the development of chasew agroforestry under a social forestry scheme. The program was implemented through program orientation and extension activities involving 23 members of KTH Fetomnasi in Kupang Regency. The training materials covered cashew agroforestry development, dryland management, post-harvest processing, value-added product development, and strengthening farmer group institutions. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments. The results showed that the average participant score increased from 80.9 in the pre-test to 92.2 in the post-test, representing a 14.0% increase. A total of 69.6% of participants archieved higher scores after the training, while no participant experienced a decline. These findings indicate that the extension activities were effective in enhancing participants’ capacity for managing social forestry-based agroforestry.Â
Copyrights © 2026