Abstrak: Pelaku UMKM Olahan Pepaya (OPA) di Desa Pagerjurang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama belum sistematisnya pencatatan transaksi, belum adanya pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital lewat aplikasi Buku Warung. Program dilaksanakan melalui workshop, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan yang melibatkan 20 peserta. Efektivitas program dievaluasi menggunakan observasi, wawancara, dan angket berisi 20 pertanyaan yang mengukur empat indikator, yaitu pemahaman pentingnya pencatatan keuangan, kemampuan menggunakan aplikasi Buku Warung, kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana, dan pemahaman pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Hasil evaluasi memperlihatkan peningkatan pemahaman pentingnya pencatatan keuangan dari 30% menjadi 85%, kemampuan menggunakan aplikasi Buku Warung dari 20% menjadi 80%, serta kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana dari 15% menjadi 75%. Program ini berhasil meningkatkan literasi keuangan dan kompetensi digital pelaku UMKM sehingga mendukung pengelolaan usaha yang lebih terencana dan berkelanjutan.Abstract: SMEs producing processed papaya products in Pagerjurang Village continue to face challenges in financial management, particularly due to unsystematic transaction recording, the lack of separation between business and personal finances, and the limited use of digital technology. This community service program aimed to enhance the capacity of SME owners to implement digital financial recordkeeping through the Buku Warung application. The program was carried out through workshops, training sessions, hands-on practice, and mentoring involving 20 participants. Its effectiveness was evaluated using observations, interviews, and a 20-item questionnaire measuring four indicators: understanding the importance of financial recordkeeping, the ability to use the Buku Warung application, the ability to prepare simple financial statements, and understanding the separation of business and personal finances. The evaluation results showed that participants' understanding of the importance of financial recordkeeping increased from 30% to 85%, their ability to use the Buku Warung application improved from 20% to 80%, and their ability to prepare simple financial statements increased from 15% to 75%. The program successfully improved the financial literacy and digital competencies of SME owners, thereby supporting more effective, well-planned, and sustainable business management.
Copyrights © 2026