Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi, dan obesitas telah menjadi penyebab utama kematian di dunia, menyumbang hampir tiga perempat dari total kematian. Di Indonesia, prevalensi PTM terus meningkat, termasuk pada kelompok usia remaja. PTM dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko, dan salah satu faktor risiko utama PTM adalah kurangnya aktivitas fisik. Pendidikan kesehatan bagi siswa SMA penting untuk meningkatkan partisipasi remaja dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja untuk aktif berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya aktivitas fisik melalui pendidikan interaktif. Metode pengabdian masyarakat berupa pendidikan interaktif dengan konseling, diskusi media brosur. Kegiatan ini diikuti oleh 43 siswa SMA di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai. Penilaian peningkatan pengetahuan pendidikan kesehatan PTM dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan. Sebelum pendidikan, hanya 14% remaja yang memiliki pengetahuan tinggi tentang aktivitas fisik dan pencegahan PTM. Setelah pendidikan, persentase ini meningkat menjadi 37,2%. Disarankan agar pendidikan kesehatan interaktif diimplementasikan secara berkelanjutan, dan sekolah dapat mendorong siswa SMA yang telah terdidik untuk bertindak sebagai pendidik sebaya bagi siswa lain.Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) such as heart disease, diabetes mellitus, hypertension, and obesity have become the leading cause of death worldwide, accounting for nearly three-quarters of all deaths. In Indonesia, the prevalence of NCDs continues to rise, including among adolescents. NCDs can be prevented by avoiding risk factors, and one of the main risk factors for NCDs is lack of physical activity. Health education for high school students is crucial to increasing adolescent participation and raising awareness to actively participate in improving their health. This community service activity aims to increase adolescent knowledge about the importance of physical activity through interactive education. The community service method consisted of interactive education with counseling and discussions on brochures. Forty-three high school students in Luwuk City, Banggai Regency, participated in this activity. Assessment of knowledge improvement regarding NCD health education was conducted using pre- and post-tests. Results: There was an increase in knowledge. Before the education, only 14% of adolescents had a high level of knowledge about physical activity and NCD prevention. After the education, this percentage increased to 37.2%. It is recommended that interactive health education be implemented sustainably, and schools can encourage educated high school students to act as peer educators for other students.
Copyrights © 2026