Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah)
Vol 9 No 2 (2026): ARTICLES : RESEARCH JUNI 2026

Dukungan Manajemen Memoderasi Dampak Digitalisasi Rekam Medis dan Beban Kerja Administrasi terhadap Burnout

Sri Wahyu Handayani (Pascasarjana, Program Studi Magister Manajemen, Universitas Widya Gama Malang)
Armanu Thoyib (Pascasarjana, Program Studi Magister Manajemen, Universitas Widya Gama Malang)
Choirum Rindah Istiqaroh (Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Merdeka Madiun)
Aji Suraji (Pascasarjana, Program Studi Magister Manajemen, Universitas Widya Gama Malang)
Sodik Sodik (Pascasarjana, Program Studi Magister Manajemen, Universitas Widya Gama Malang)
Adya Hermawati (Pascasarjana, Program Studi Magister Manajemen, Universitas Widya Gama Malang)



Article Info

Publish Date
07 Aug 2026

Abstract

Kelelahan mental dan fisik (burnout) di lingkungan tenaga kesehatan kian mengemuka seiring masifnya digitalisasi serta tingginya preskripsi tugas-tugas administratif di rumah sakit. Studi ini menguji dampak penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dan beban tugas administrasi terhadap tingkat burnout personel medis, dengan menempatkan dukungan manajemen sebagai pemoderasi di RSUD Kota Madiun. Melalui rancangan kuantitatif eksploratif (explanatory research), instrumen kuesioner disebarkan kepada 199 tenaga kesehatan yang ditentukan via kalkulasi rumus Slovin. Pengolahan data dilakukan memanfaatkan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) pada perangkat lunak SmartPLS 4. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa transisi menuju sistem RME berpotensi memicu kelelahan kerja pada staf medis. Di sisi lain, akumulasi beban administratif menjadi pendorong utama yang paling dominan dalam memperberat risiko burnout. Peran intervensi manajemen teruji efektif memitigasi tekanan teknis akibat pengoperasian RME, namun tidak sanggup meredam eskalasi kelelahan yang bersumber dari tuntutan administrasi. Secara konseptual, fenomena ini memperlihatkan bahwa pada fase adaptasi teknologi, integrasi RME dan beban kerja dokumentatif rentan memicu kelelahan staf. Kehadiran dukungan manajemen terbukti lebih ampuh menekan resistensi teknologis dibanding mengurai persoalan administrasi yang bersifat sistemik. Oleh sebab itu, pihak pengelola rumah sakit direkomendasikan untuk menata ulang efisiensi administrasi, menjamin keandalan infrastruktur RME, serta menghadirkan bentuk dukungan manajemen yang aplikatif.

Copyrights © 2026