Mahasiswa mempunyai kewajiban untuk mengerjakan tugas seperti makalah, melakukan presentasi, praktek lapangan, dan tugas akhir berupa skripsi yang membuat mahasiswa stres, bahkan depresi. Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 300 juta orang di seluruh dunia menderita depresi, dengan prevalensi di Indonesia sekitar 15,6juta orang(3,7%). Dari depresi ini mengakibatkan muncul sekitar 5% untuk ide bunuh diri, dan mahasiswa rentan terhadap hal ini. Studi ini untuk mengetahui tingkat depresi dan ide bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir. Metode penelitian pada mahasiswa tingkat akhir sebanyak 103 sampel dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Beck Depression Inventory (BDI) dan Beck Scale for Suicide Ideation (BSSI). Hasil penelitian menunjukkan tingkat depresi pada mahasiswa tingkat akhir dengan gejala sedang 20(19,6%) dan gejala berat 4(3,9%), sedangkan resiko tinggi dengan ide bunuh diri yaitu 8(7,7%). Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan nilai r = 0,654 dengan p value = 0,00 artinya semakin rendah depresi maka semakin rendah pula keinginan untuk bunuh diri. Intervensi yang tepat untuk mengurangi risiko bunuh diri serta menyediakan sumber daya dan dukungan yang memadai untuk kesehatan mental untuk mencegah dan mengurangi risiko ide bunuh diri serta meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa.
Copyrights © 2024