Remaja putri rentan mengalami gangguan siklus menstruasi yang salah satunya dipengaruhi pola makan tidak sehat, seperti konsumsi junk food. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi junk food dengan siklus menstruasi pada siswi SMA Pasundan 1 Bandung. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang pada 81 responden yang dipilih secara simple random sampling dari 440 populasi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan kuesioner siklus menstruasi berskala Guttman. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 50,6% responden sering mengonsumsi junk food dan 43,2% mengalami polimenore. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan konsumsi junk food dengan siklus menstruasi (p = 0,029). Penelitian menyimpulkan bahwa konsumsi junk food berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja, sehingga diperlukan penyediaan makanan sehat di sekolah dan edukasi gizi seimbang untuk mencegah gangguan kesehatan reproduksi.
Copyrights © 2026