Rumah Tahfidz Al Hidayah Yogyakarta adalah salah satunya dari beberapa tempat untuk memunculkan bibit penghafal Al Qur’an yang induknya ada di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an berada di bawah naungan Yayasan Darul Qur’an Nusantara. Terdapat kenyataan bahwa selalu ada hambatan serta rintangan yang menyertai seorang santri dalam melalui proses hafalan Al-Qur’an. Dan membuat para santri yang ada di Rumah Tahfidz Al Hidayah Yogyakarta perlu memiliki strategi yang tepat (Self Regulated Learning) dan daya tahan yang kuat (Adversity Quotient) sehingga proses untuk mencapai hafalan Al-Qur’an dapat dilaksanakan dengan baik. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dengan populasi penelitian ini yakni santri Rumah Tahfidz Al Hidayah Yogyakarta dengan jumlah 50 santri. Dikarenakan total populasinya yang kurang dari 100 sehingga peneliti menetapkan seluruh populasi untuk diteliti, maka peneliti dalam hal ini mempergunakan keseluruhan populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket. Teknik analisis data yakni menggunakan teknik regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh Self Regulated Learning terhadap adversity quotient santri Rumah Tahfidz Al Hidayah Yogyakarta.
Copyrights © 2022