Latar Belakang: Bencana berdampak pada masalah gizi. Cookies berpotensi sebagai pangan darurat karena densitas energi tinggi dan umur simpan panjang, namun formulasi konvensional umumnya rendah mikronutrien. Substitusi tepung kacang merah dan buah kurma dipilih untuk meningkatkan kandungan protein, serat, dan zat besi agar sesuai untuk kebutuhan penyintas bencana khusunya pada subjek anemia. Tujuan: Mengetahui nilai gizi dan daya terima cookies dengan substitusi tepung kacang merah dan buah kurma sebagai alternatif pangan darurat. Metode: Pengembangan produk dilakukan melalui formulasi dua varian cookies (F1: 4:3:3 dan F2: 4:2:3, untuk perbandingan tepung terigu, tepung kacang merah, dan kurma). Nilai gizi dihitung berdasarkan komposisi bahan menggunakan perangkat lunak Nutrisurvey, sedangkan daya terima dievaluasi melalui uji organoleptik panelis. Hasil: Kedua formulasi memiliki densitas energi yang cukup tinggi, yaitu 267,4 kkal pada F1 dan 253,3 kkal pada F2 per 50 g porsi. Kandungan protein pada F1 sebesar 8,1 g lebih tinggi dibandingkan F2 sebesar 7,4 g, sedangkan kandungan zat besi F1 mencapai 1,8 mg dan F2 sebesar 1,2 mg. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kedua formulasi cookies dapat diterima dengan baik oleh panelis dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada seluruh parameter. Kesimpulan: Variasi jumlah tepung kacang merah tidak secara signifikan memengaruhi penerimaan sensoris cookies, tetapi tetap memberikan peningkatan nilai gizi, terutama protein dan zat besi.
Copyrights © 2026