Analisis transaksi tunai harian menjadi kebutuhan penting bagi UMKM yang mencatat transaksi melalui berbagai metode pembayaran digital. Kenna Cell mengelola 13.289 catatan transaksi pada delapan metode pembayaran, sehingga pemilik usaha membutuhkan analisis harian yang terstruktur untuk mengantisipasi arus keluar dan tingkat kepadatan transaksi. Penelitian ini bertujuan membangun sistem berbasis machine learning yang membersihkan data transaksi tunai, menyusun panel harian, memperkirakan nominal outflow pada hari berikutnya, dan mengelompokkan kepadatan transaksi ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Alur penelitian mengikuti CRISP-DM melalui tahap pemahaman data, pembersihan data, feature engineering, pelatihan berbasis urutan waktu, evaluasi, dan prediksi. Tahap persiapan menghasilkan 13.289 transaksi rapi dan 3.904 data harian dengan 41 indikator. XGBoost, LightGBM, dan CatBoost dibandingkan pada tugas regresi dan klasifikasi menggunakan MAE, RMSE, MAPE, R2, akurasi, presisi, recall, F1-Score Macro, dan F1-Score Weighted. CatBoost Regressor menghasilkan kesalahan terendah dengan RMSE Rp 3.534.296,59 dan MAPE 14,50%, sedangkan CatBoost Classifier memberikan keseimbangan kelas terbaik dengan akurasi 0,8066 dan F1-Score Macro 0,7713. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi pembentukan panel harian, regresi nominal hari berikutnya, klasifikasi kepadatan transaksi, dan prediksi berdasarkan metode pembayaran dalam satu workflow operasional berbasis web untuk UMKM. Informasi yang dihasilkan mendukung persiapan likuiditas harian secara lebih terarah, dengan tetap memerlukan verifikasi manajerial
Copyrights © 2026