Family business merupakan salah satu kontributor besar dalam bisnis di dunia. Sesuai dengan data yang dikutip dari Dayakarsa (2022) bahwa family business menyumbang 60% PDB di negara berkembang. Kesediaan family business pada sebuah keluarga belum tentu dilanjutkan oleh generasi suksesor. Banyak generasi suksesor yang memilih untuk berkarir sebagai intrapreneur atau bahkan memulai bisnis mereka sendiri. Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi dan memiliki korelasi pada keberlanjutan family business tersebut seperti kondisi keluarga, kondisi ekonomi, dan kondisi dari family business yang akan dilanjutkan oleh generasi suksesor itu sendiri. Berkembangnya akses teknologi juga memungkinkan generasi suksesor untuk mendapatkan pendidikan serta referensi mengenai karir yang sesuai dengan passion mereka. Family business sendiri juga sering dijadikan opsi alternatif apabila karir yang diinginkan oleh generasi suksesor belum bisa terwujudkan utamanya apabila terdesak oleh kondisi ekonomi untuk keberlangsungan hidup generasi suksesor. Pada sebagian family business utamanya dengan skala menengah ke besar, generasi perintis atau pendiri juga cenderung mepersiapkan anaknya sebagai generasi suksesor untuk bisa tidak hanya melanjutkan namun juga mengembangkan family business yang telah dirintis. Faktor internal seperti keberlangsungan generasi suksesor dan motivasi yang dimiliki generasi suksesor memiliki korelasi lebih tinggi dibandingkan kondisi keluarga maupun parental dan leadership influence meski semua faktor masih menunjukkan korelasi pada penelitian ini. Konteks ini menunjukkan bahwa faktor yang diteliti pada analisis faktor ini berkorelasi dan dapat menjadi perhatian untuk dalam mempersiapkan keberlanjutan bisnisnya.
Copyrights © 2026