Perkembangan pariwisata di Bali yang semakin pesat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan berdampak langsung pada pertumbuhan industri food and beverage. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali (2025), jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali per Juli 2025 mencapai 697.107 orang, yang menunjukkan tingginya aktivitas pariwisata dan kebutuhan layanan kuliner. Kondisi tersebut menuntut restoran untuk menjaga kualitas pelayanan dan kelancaran operasional secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko operasional pada K Resto yang berlokasi di kawasan wisata Double Six Beach, Seminyak, menggunakan kerangka kerja ISO 31000:2018. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan semi-kuantitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan risiko operasional utama, dengan tingkat risiko didominasi kategori tinggi dan menengah, seperti kekurangan staf pada jam sibuk, kesalahan pencatatan pesanan, keterlambatan penyajian, dan miskomunikasi dengan pelanggan asing. Strategi penanganan risiko yang direkomendasikan meliputi perencanaan tenaga kerja, peningkatan koordinasi antar staf, penguatan SOP, serta peningkatan kompetensi bahasa asing karyawan.
Copyrights © 2026