Keberlanjutan UMKM di sektor pengolahan pangan sangat rentan terhadap risiko operasional dan penerapan teknologi digital, sebagaimana dialami oleh UD. Karunia Tabanan yang menghadapi kendala pada stabilitas pasokan bahan baku, manajemen stok manual, dan inkonsistensi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta merumuskan strategi mitigasi risiko menggunakan kerangka kerja ISO 31000 melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi, analisis kemungkinan dan dampak, evaluasi matriks, hingga penyusunan rencana perlakuan risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi 21 variabel risiko yang terbagi dalam tujuh kategori, dengan rincian satu risiko level High pada aspek media sosial (inkonsistensi konten), sebelas risiko level Medium pada faktor operasional dan hukum, serta sembilan risiko level Low. Temuan ini menunjukkan bahwa kerentanan utama terletak pada rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan manajemen administrasi. Sebagai solusi, strategi mitigasi yang direkomendasikan berfokus pada transformasi digital, mencakup penerapan sistem Point of Sales (POS) untuk akurasi stok, otomatisasi konten media sosial, dan diversifikasi pemasok bahan baku. Implementasi manajemen risiko berbasis ISO 31000 ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam membangun sistem operasional yang lebih resilien dan proaktif terhadap tantangan pasar di masa depan.
Copyrights © 2026