Beras salah satu bahan makanan pokok sangat penting dan menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Praktik penjualan beras secara tradisional, sering kali muncul berbagai kendala. Beberapa masalah yang umum terjadi antara lain kesalahan dalam penghitungan takaran beras yang tidak sesuai dengan jumlah pembayaran, serta proses transaksi yang memakan waktu cukup lama, terutama ketika terjadi antrean panjang di lokasi penjualan. Dalam pengembangan mesin penjualan beras berbasis nominal uang, terdapat beberapa kendala dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah satu tantangan utama adalah akurasi dalam pengukuran berat beras yang dijual. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab biasanya menggunakan alat timbangan atau dengan literan yang tidak sesuai dengan takaran yang sebenarnya, pedagang biasanya merubah sistem kerja dari timbangan atau literan tersebut sehingga dapat merugikan konsumen. Mengacu permasalahan yang ada, merancang dan membangun alat penjual beras yang memanfaatkan sensor load cell sebagai alat untuk menimbang dalam transaksi jual beli beras. Pengguna memilih nominal uang mulai Rp10.000/kg hingga Rp50.000/5 kg melalui keypad. Mikrokontroler mengonversi nominal tersebut menjadi berat beras yang harus dikeluarkan, lalu mengaktifkan aktuator untuk menyalurkan beras. Load cell memonitor berat secara real-time dan ketika target tercapai, sistem otomatis menghentikan penyaluran. Dengan adanya otomatis dalam proses penimbangan, akan ada banyak keuntungan yang diperoleh oleh pedagang, dan pembeli
Copyrights © 2026