Pendekatan chi-square dalam analisis faktor risiko kesehatan telah menjadi topik yang menarik dan relevan dalam penelitian terkini. Malaria, sebagai penyakit infeksi menular yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, masih menjadi ancaman bagi masyarakat di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kecamatan Wewewa Timur. Meskipun kasus malaria di kecamatan ini mengalami penurunan dari tahun 2018 hingga 2021, namun pada tahun 2022, kasusnya kembali mengalami peningkatan. Dalam upaya untuk memahami lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian malaria di Kecamatan Wewewa Timur, penelitian ini menggunakan pendekatan chi-square(χ²) yang termasuk dalam uji non-parametrik digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara distribusi frekuensi yang diamati (observed frequencies) dengan distribusi frekuensi yang diharapkan (expected frequencies) dalam satu atau lebih kategori melibatkan 400 data primer yang diambil di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Wewewa Timur, yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan, penggunaan kelambu, dan tingkat pendidikan. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga dalam perumusan kebijakan dan strategi penanggulangan malaria yang lebih efektif dan tepat sasaranTop of Form
Copyrights © 2023