Lansia lebih mungkin menderita hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Namun, dewasa muda baru saja mulai menderita kondisi degeneratif ini. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi maupun yang tidak dapat dimodifikasi berkontribusi terhadap perkembangan hipertensi pada populasi usia kerja. Kualitas tidur, olahraga, asupan garam, konsumsi alkohol, dan stres merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi hipertensi serta menganalisis hubungan durasi, intensitas (kualitas), dan frekuensi tidur dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia kerja di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan pendekatan korelasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.. Nilai p untuk tingkat stres adalah 0,156, yang lebih besar dari α = 0,05, sedangkan nilai p untuk uji Chi-Square adalah 0,041 dan 0,037, yang lebih kecil dari α = 0,05. Prevalensi hipertensi pada penduduk usia kerja di wilayah layanan Puskesmas Purwokerto Utara I berkorelasi dengan tingkat aktivitas fisik dan kualitas tidur. Penduduk usia kerja di wilayah layanan Puskesmas Purwokerto Utara I tidak menunjukkan korelasi antara tingkat stres dan prevalensi hipertensi.
Copyrights © 2025