JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Vol 12 No 2 (2025): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan

Pengaruh Pemberian Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Ungu dan Ketan Hitam Sebagai Pangan Fungsional Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Mencit Balb/C: Bahasa Indonesia

Adinda, Yuanita (Unknown)
Jafriati , Jafriati (Unknown)
Muchtar , Febriana (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Dec 2025

Abstract

Diabetes melitus merupakan kondisi metabolisme bermasalah dengan kompleks, serius, dan bersifat kronis yang timbul akibat berbagai faktor penyebab baik yang berhubungan dengan kondisi akut maupun yang berkembang dalam jangka yang cukup panjang, sehingga untuk penanganan dapat dilakukan dengan rutin mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Peran antosianin dalam tubuh meliputi fungsinya sebagai senyawa antioksidan yang efektif, memiliki sifat antiinflamasi serta kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan sel tumor. Selain itu, antosianin dapat mencegah obesitas dan diabetes melitus karena kemampuannya dalam metabolisme tubuh. Penelitian ini berfokus pada mempelajari efek pemberian pangan lokal sumber antosianin (ubi jalar ungu dan beras ketan ghitam) sebagai pangan fungsional terhadap penurunan kadar gula darah mencit BALB/c. Jenis penelitian ini merupakan true eksperimental dan menggunakan Analisis bivariat dengan menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjutan Post-Hoc LSD. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak sumber antosianin pada ubi jalar ungu yaitu 165,7 mg/dl dan beras ketan hitam yaitu 149 mg/dl sehingga berpengaruh signifikan p<0,05 terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit BALB/c. Ekstrak sumber antosianin pada beras ketan hitam dengan dosis 300 mg/kg BB memiliki efektifitas dan berpengaruh dalam meminimalisir glukosa darah yang terdapat pada mencit.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JJUM

Publisher

Subject

Description

JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan bergerak dari hasil penelitian preventif, promotof, kuratif dan rehabilitas atau bergerak dari hulu ke hilir. Sedangkan ruang lingkupnya antara lain; Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Pendidikan Kesehatan dan Perilaku, Administrasi ...