Program Rujuk Balik (PRB) merupakan strategi penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun tingginya angka rujukan kembali ke rumah sakit berpotensi menurunkan efisiensi sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rujukan kembali pasien PRB ke rumah sakit di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh data rujukan peserta PRB dari FKTP ke FKRTL periode Januari–Maret 2026 di tiga fasilitas kesehatan, dengan jumlah sampel 210 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Variabel yang diteliti meliputi diagnosa PRB, poli tujuan, jenis FKTP, dan klaster alasan rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan rujukan paling dominan adalah permintaan pasien (41,9%), diikuti indikasi medis (30,0%) dan keterbatasan alat/layanan (21,4%), sedangkan kondisi tidak stabil paling rendah (6,7%). Terdapat hubungan signifikan antara indikasi medis dengan diagnosa PRB (p=0,017) dan jenis FKTP (p=0,029), namun tidak terdapat hubungan signifikan dengan poli tujuan (p=0,291). Kesimpulannya, rujukan pasien PRB masih didominasi faktor non-medis sehingga diperlukan penguatan edukasi peserta, serta optimalisasi kapasitas layanan di FKTP untuk mewujudkan sistem rujukan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Copyrights © 2026