Perencanaan kebutuhan pelatihan di rumah sakit belum sepenuhnya mengintegrasikan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) dengan riwayat pelatihan pegawai sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan kompetensi teknis yang tidak teridentifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan kompetensi teknis menggunakan pendekatan Competency-Based Training Needs Assessment (CB-TNA) berbasis dokumen di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder berupa dokumen SKJ dan riwayat pelatihan pegawai. Sampel berjumlah 239 pegawai yang mewakili 53 jabatan dan ditentukan melalui total sampling. Analisis dilakukan dengan membandingkan kompetensi teknis ideal dalam SKJ dan kompetensi aktual berdasarkan pelatihan terdokumentasi. Hasil menunjukkan variasi kesenjangan kompetensi antar kelompok jabatan, dengan kesenjangan tertinggi pada jabatan pelaksana dan relatif lebih rendah pada jabatan administrator dan pengawas. Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan pelatihan teknis belum merata pada seluruh level jabatan. Pendekatan CB-TNA berbasis dokumen terbukti mampu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi secara objektif dan mendukung penetapan prioritas pelatihan yang lebih terarah dalam pengembangan sumber daya manusia rumah sakit.
Copyrights © 2026