Pending klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat inap masih menjadi permasalahan yang berdampak pada keterlambatan pembayaran klaim dan kinerja keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kluster penyebab pending klaim rawat inap BPJS Kesehatan di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 935 berkas klaim rawat inap yang mengalami pending pada periode Januari–Juni 2025. Variabel terikat adalah kluster penyebab pending klaim (medis, koding, dan administrasi), sedangkan variabel bebas meliputi lama hari rawat (length of stay/LOS), cara pulang, dan kelas perawatan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik multinomial dengan kluster administrasi sebagai kategori referensi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa LOS pendek berkorelasi signifikan terhadap kluster penyebab pending klaim, dengan estimasi risiko dilaporkan sebagai odds ratio (OR) dan interval kepercayaan (95% CI). Pada kluster koding, pasien dengan LOS pendek memiliki risiko pending yang lebih rendah (OR = 0,389; p < 0,001). Sebaliknya, pada kluster medis, pasien dengan LOS pendek memiliki peluang lebih besar mengalami pending klaim (OR= 2,039; p < 0,001). Pentingnya penguatan justifikasi klinis rawat inap dan pengelolaan klaim berbasis karakteristik kluster penyebab.
Copyrights © 2026