Pembelajaran fikih merupakan salah satu pembelajaran yang tidak mudah untuk di terapkan. Pembelajaran fikih bukan hanya terdapat dalam lemaga pendidikan formal seperti sekolah atau madrasah tetapi pembelajaran fikih juga diterapkan dalam pendidikan non formal seperti pondok pesantren. Dalam hal ini peserta didik mengalami kesulitan dalam pembelajaran fikih. Namun dalam memberikan pembelajaran fikih, guru harus kreatif dan inovatif dalam menggunakan metode yang tepat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendekripsikan bagaimana cara guru dalam menekanakan agar siswa mampu berpikir kritis dan menyelesaikan terhadap suatu permaslaahn yang sedang dialaminya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dengan menggunakan model pendekatan fenomenologi dengan kancah penelitian MI Nurul Huda Ngampelsari sebagai salah satu MI yang menggunaakan metode inkuiri dalam pembelajaran fikih. Setelah data terkumpul peneliti melakukan analisis dengan pendekatan analisis kualitatif model. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pnelitian menjelaskan bahwa metode inkuiri mampu menumbuhkan siswa, terbukti : (1) mampu berfikir kritis, (2) siswa mampu berpikir nalar, (3) siswa mampu menyelesaikan masalah dengan adanya suatu interaksi yang diberikan oleh guru terhadap siswa.
Copyrights © 2024