Penelitian ini menyelidiki bagaimana pengetahuan lokal diintegrasikan ke dalam pengajaran bahasa Indonesia di SD Beran 1, Kecamatan Blora, Provinsi Blora. Peran Guru, proses pengintegrasian pengetahuan lokal, serta dampak dan kesulitan yang terkait semuanya termasuk dalam pertanyaan penelitian. Penelitian ini disusun sebagai studi kasus dan menggunakan metodologi kualitatif. Analisis dokumen, wawancara terstruktur, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Guru-guru di SD Beran 1 yang mengajar kelas 1 hingga 6 menjadi subjek penelitian. Model yang dibuat oleh Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, tampilan data, dan inferensi, digunakan untuk analisis data. Temuan menunjukkan bahwa guru telah secara efektif memasukkan pengetahuan lokal melalui penggunaan bahasa yang disesuaikan dengan siswa, cerita rakyat, sajak daerah, dan adat istiadat masyarakat. Motivasi belajar, keterlibatan siswa, kemampuan komunikasi, dan pemahaman nilai-nilai budaya daerah semuanya meningkat sebagai hasil dari implementasi ini. Namun, masih ada hambatan signifikan terhadap pengintegrasian pengetahuan lokal, termasuk kurangnya sumber daya pengajaran yang berbasis pada budaya lokal dan kekurangan waktu belajar
Copyrights © 2026