Peran ayah dalam pengasuhan anak merupakan faktor penting dalam perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Namun, keterlibatan ayah masih tergolong rendah akibat pengaruh budaya patriarki serta meningkatnya fenomena fatherlessness. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi keterlibatan ayah dan praktik pengasuhan yang dijalankan, termasuk pada ayah yang memiliki usaha berbasis rumah yang secara teoritis memiliki fleksibilitas waktu lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ideologi maskulin dan keterlibatan ayah pada ayah yang memiliki usaha di rumah di Kota Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, melibatkan 97 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara ideologi maskulin dan keterlibatan ayah (r = -0,380; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi ideologi maskulin tradisional yang dimiliki ayah, maka semakin rendah keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Kesimpulannya, ideologi maskulin berperan penting dalam menentukan kualitas keterlibatan ayah, sehingga diperlukan perubahan perspektif mengenai maskulinitas yang lebih fleksibel guna meningkatkan kualitas pengasuhan anak. Kata Kunci: Ideologi Maskulin, Keterlibatan Ayah, Pengasuhan Anak, Maskulinitas, Ayah yang Bekerja di Rumah
Copyrights © 2026