Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pola pemerolehan semantik dan antarmuka sintaksis-pragmatik dalam tuturan spontan anak usia empat tahun penutur asli bahasa Indonesia. Studi ini menerapkan desain mixed methods konvergen melalui observasi naturalistik selama satu bulan dengan teknik simak libat cakap. Sepuluh tuturan tervalidasi triangulasi ahli dianalisis secara kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi dan Mean Length of Utterance (MLU), serta dikaji kualitatif melalui kerangka Systemic Functional Grammar. Hasil menunjukkan dominasi kategori agen-tindakan/transitif (30%), diikuti oleh lokatif/spasial dan sosial-pragmatik (masing-masing 20%), dengan nilai MLU mencapai 2,8 morfem per tuturan yang mengindikasikan transisi stabil dari ujaran telegrafis. Analisis fungsional mengungkap aktualisasi simultan metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual, yang menegaskan kapasitas kognitif anak dalam mengonstruksi jaringan makna terdiferensiasi sesuai konteks interaksi. Disimpulkan bahwa pemerolehan semantik prasekolah merupakan proses konstruktif dan nonlinier yang digerakkan oleh fungsi komunikatif, kematangan kognitif, serta pragmatic scaffolding. Implikasi teoretis temuan ini memperkuat model perkembangan bahasa berbasis fungsi dan interdependensi makna-struktur. Secara praktis, profil semantik yang teridentifikasi dapat diadopsi sebagai biomarker linguistik untuk asesmen dini dan intervensi berbasis konteks, guna mengoptimalkan kompetensi komunikatif anak secara holistik.
Copyrights © 2026