Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan membaca nyaring siswa sekolah dasar serta menganalisis penerapan dan peran metode storytelling dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri 10 Pamuruyan. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang dipilih secara purposive, yaitu siswa I.N, A.M, dan S.P. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan membaca nyaring siswa meliputi aspek keberanian tampil, kepercayaan diri, kelancaran membaca, artikulasi, intonasi, akurasi membaca, dan pemahaman bacaan. Metode storytelling diterapkan melalui lima kali pertemuan dengan kegiatan bercerita yang interaktif. Penerapan metode ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca nyaring pada ketiga subjek, terutama pada aspek keberanian tampil, kepercayaan diri, kelancaran membaca, artikulasi, intonasi, akurasi membaca, dan pemahaman bacaan. Selain itu, storytelling juga meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, storytelling berperan positif dalam membantu mengatasi hambatan membaca nyaring siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026