Integrasi perangkat mobile dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan sekolah menawarkan aksesibilitas tanpa batas, namun pada saat yang sama menghadirkan kerentanan terhadap distraksi digital yang dapat mendisrupsi motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi penggunaan mobile learning terhadap dinamika motivasi belajar peserta didik PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur primer dan sekunder yang diterbitkan pada rentang 2021–2026. Data dianalisis secara interaktif menggunakan kerangka Self-Determination Theory (SDT). Hasil sintesis menunjukkan bahwa antarmuka aplikasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara signifikan memfasilitasi kebutuhan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan spiritual peserta didik. Meskipun distraksi hiburan digital berpotensi memicu hilangnya motivasi (amotivation), peserta didik terbukti mengonstruksi mekanisme pertahanan unik melalui Self-Regulated Learning (SRL) yang direfleksikan secara teologis sebagai mujahadah an-nafs (perjuangan spiritual menahan kelalaian). Oleh karena itu, disimpulkan bahwa keberhasilan mobile learning tidak semata bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan menuntut transformasi guru PAI menjadi digital religious role model yang memadukan intervensi pedagogis dengan teladan adab digital.
Copyrights © 2026