Penelitian ini mengkaji transformasi makna restorasi ilahi dalam kisah Nabi Ayyub pada Al-Qur’an dan Alkitab melalui perspektif intertekstualitas Julia Kristeva. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persamaan dan perbedaan narasi serta menjelaskan transformasi makna restorasi dalam kedua teks. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an tentang Nabi Ayyub dan Kitab Ayub, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teks sama-sama menampilkan pola ujian dan pemulihan, tetapi berbeda dalam struktur naratif dan penekanan teologis. Al-Qur’an menekankan rahmat Allah dan pemulihan menyeluruh, sedangkan Alkitab menekankan penderitaan dan pemulihan bertahap. Secara intertekstual, restorasi dipahami sebagai makna yang ditransformasikan dan menghubungkan manusia dengan Tuhan.
Copyrights © 2026