Penelitian ini mengkaji budaya konsumtif mahasiswa di era digital dari perspektif sosiologi. Kemajuan teknologi dan pesatnya penggunaan media sosial telah membawa perubahan terhadap pola konsumsi mahasiswa. Aktivitas konsumsi kini tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai cara untuk menunjukkan identitas diri dan membangun citra sosial di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan (literature review) dengan memanfaatkan berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan perilaku konsumtif mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami budaya konsumtif mahasiswa dalam pembentukan gaya hidup digital melalui media sosial pada era globalisasi modern. Selain itu, penelitian ini juga berupaya menjelaskan bagaimana media sosial memengaruhi pola konsumsi, gaya hidup, serta pembentukan identitas sosial mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini turut menelaah faktor-faktor yang menyebabkan munculnya perilaku konsumtif mahasiswa akibat perkembangan tren digital dan budaya media sosial yang semakin kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti media sosial, lingkungan pertemanan, tren yang sedang berkembang, serta kemudahan akses pada platform belanja online. Mahasiswa cenderung mengikuti pola konsumsi kelompok sosialnya demi memperoleh pengakuan dan diterima dalam lingkungan pergaulan. Keadaan tersebut mendorong munculnya perilaku konsumsi berlebihan, pembelian secara spontan, hingga perubahan orientasi dari nilai akademik menuju gaya hidup dan simbol status sosial. Dalam kajian sosiologi, fenomena ini memperlihatkan bahwa struktur sosial digital memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku konsumsi mahasiswa. Oleh sebab itu, diperlukan sikap kritis dan kemampuan mengendalikan konsumsi secara bijaksana agar mahasiswa tidak mudah terbawa arus budaya konsumtif di era digital. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa mahasiswa perlu lebih selektif dalam menggunakan media sosial agar tidak terpengaruh oleh konstruksi gaya hidup digital yang mendorong perilaku konsumtif. Namun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan metode studi kepustakaan sehingga belum didukung oleh data empiris yang diperoleh langsung dari mahasiswa.
Copyrights © 2026