Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar matematika siswa kelas III SD Negeri Pasir Pogor, yang ditunjukkan oleh kurangnya perhatian, keterlibatan, dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan pembelajaran konvensional yang belum mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Visual-Auditori-Kinestetik (VAK) berbantu aplikasi Wordwall dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa yang terdiri atas 25 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa angket minat belajar matematika yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Rata-rata minat belajar matematika siswa pada kelas eksperimen sebesar 81,96 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 70,64. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Visual-Auditori-Kinestetik (VAK) berbantu aplikasi Wordwall berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar matematika siswa kelas III SD Negeri Pasir Pogor.
Copyrights © 2026