Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi yang memadai dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Namun, kompetensi digital guru masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan keterampilan teknis, minimnya pelatihan berbasis praktik, dan rendahnya budaya kolaborasi dalam pengembangan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kolaboratif terhadap kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas sembilan pendidik di SDN Payaman Kabupaten Lamongan yang meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru Pendidikan Agama Islam, dan guru Bahasa Inggris. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan project-based collaborative training yang mengintegrasikan praktik penggunaan Canva Edu dan Quizizz, diskusi kelompok, pendampingan, serta presentasi hasil produk. Data dikumpulkan menggunakan tes kompetensi guru, rubrik penilaian produk media pembelajaran digital, dan angket respons peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru meningkat setelah mengikuti pelatihan kolaboratif. Rata-rata skor kompetensi meningkat dari 52,00 pada saat pretest menjadi 88,00 pada saat posttest. Produk media pembelajaran digital yang dihasilkan memperoleh kategori sangat baik dengan skor rata-rata 3,74 untuk media Canva Edu dan 3,70 untuk media evaluasi berbasis Quizizz. Respons peserta terhadap pelatihan mencapai 93,4% dengan kategori sangat positif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kolaboratif efektif dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran digital dan mendorong terbentuknya budaya kolaboratif dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.
Copyrights © 2026