Peningkatan massa lemak tubuh merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit metabolik yang dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik. Mahasiswa dengan beban akademik yang tinggi cenderung memiliki pola makan yang tidak teratur serta tingkat aktivitas fisik yang rendah, sehingga berpotensi mengalami perubahan komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuanmenganalisis hubungan antara asupan kalori dan tingkat aktivitas fisik dengan massa lemak tubuh pada mahasiswa kedokteran. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 77 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Asupan kalori diukur menggunakan Food Record 3×24 jam, aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), sedangkan massa lemak tubuh diukur menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik rendah (46,8%), asupan kalori berlebih (40,3%), dan massa lemak tubuh dalam kategori normal (42,9%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalori dengan massa lemak tubuh (p=0,030) serta antara tingkat aktivitas fisik dengan massa lemak tubuh (p=0,022). Temuan ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik berperan penting dalam mempertahankan massa lemak tubuh pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendorong penerapan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan energi serta peningkatan aktivitas fisik secara teratur sebagai bagian dari strategi menjaga komposisi tubuh yang sehat.
Copyrights © 2026