Penelitian ini bertujuan merekonstruksi sejarah kehidupan Romo Kyai Haji Asyhad Hasyim serta proses berdirinya Pondok Pesantren Fatkhul Ulum di Desa Sri Mulyo, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, sekaligus mengungkap transformasi sosio-keagamaan masyarakat setempat sebelum dan sesudah kehadiran beliau. Penelitian menggunakan metode sejarah (heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi) dengan teknik wawancara mendalam kepada saudara kandung, kerabat, dan saksi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjalanan hidup Romo Kyai mulai dari kelahiran di Tulungagung, transmigrasi keluarga ke Sumatera pada 1964, masa menuntut ilmu di Godakan dan Tulungagung, hingga rintisan dakwah di tengah penolakan masyarakatmembentuk model kepemimpinan dakwah yang sabar, istiqomah, dan terpusat ("Kyai Dampar"). Dukungan tokoh masyarakat serta ketabahan pribadi menjadi faktor kunci keberhasilan transformasi Desa Sri Mulyo dari kawasan dengan pemahaman keagamaan terbatas menjadi kawasan religius dengan pesantren yang berkembang hingga kini.
Copyrights © 2026