This study aimed to examine the effect of hurdle jump training on the vertical jump ability of volleyball athletes at Bilzia Meubel Club. Vertical jump is an essential physical component in volleyball because it supports the effectiveness of smash, block, and jump serve techniques, yet many athletes still lack an appropriate training method to develop leg-muscle explosive power. This research used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design involving eight volleyball athletes selected through total sampling. The treatment consisted of hurdle jump training conducted over twelve sessions with progressively increasing intensity. Data were collected through a vertical jump test before and after the treatment, then analyzed descriptively, tested for normality using Shapiro-Wilk, and tested for significance using a Paired Sample t-test with IBM SPSS Statistics 27. The results showed that the average vertical jump ability increased from 43.13 cm at pretest to 49.13 cm at posttest, an increase of 6.00 cm. The Paired Sample t-test produced a significance value of less than 0.001 (p < 0.05), indicating that hurdle jump training had a significant effect on improving the athletes' vertical jump ability. These findings confirm that hurdle jump training is an effective plyometric method for developing leg-muscle explosive power among volleyball athletes. Keywords: vertical jump, hurdle jump, plyometric training, volleyball athlete ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan lompat gawang (hurdle jump) terhadap kemampuan vertical jump atlet bola voli Club Bilzia Meubel. Vertical jump merupakan komponen kondisi fisik yang penting dalam permainan bola voli karena berkaitan dengan keberhasilan teknik smash, block, dan jump serve, namun banyak atlet belum memperoleh metode latihan daya ledak otot tungkai yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan delapan atlet bola voli sebagai sampel melalui teknik total sampling. Perlakuan berupa latihan lompat gawang diberikan sebanyak dua belas kali pertemuan dengan intensitas yang meningkat secara bertahap. Data dikumpulkan melalui tes vertical jump sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis secara deskriptif, diuji normalitasnya menggunakan Shapiro-Wilk, dan diuji signifikansinya menggunakan Paired Sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan vertical jump meningkat dari 43,13 cm pada saat pretest menjadi 49,13 cm pada saat posttest, atau meningkat sebesar 6,00 cm. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,001 (p < 0,05), yang berarti latihan lompat gawang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan vertical jump atlet. Temuan ini membuktikan bahwa latihan lompat gawang merupakan metode latihan plyometric yang efektif untuk mengembangkan daya ledak otot tungkai pada atlet bola voli. Kata Kunci: vertical jump, lompat gawang, latihan plyometric, atlet bola voli
Copyrights © 2026