Keterbatasan fasilitas alat praktik fisik fiber optik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta sifat materi yang abstrak menyebabkan pembelajaran cenderung bersifat teoretis dan sulit diajarkan tanpa media pendukung, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan critical thinking siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) guna meningkatkan kemampuan critical thinking siswa kelas XI pada materi fiber optik dengan metode Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan media menggunakan Siklus Hidup Menyeluruh (SHM) yang terdiri atas tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan penilaian. Pengujian efektivitas dilakukan menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Hasil validasi ahli menunjukkan kelayakan media mencapai 76% dengan kategori sangat baik. Hasil implementasi membuktikan bahwa penggunaan media AR yang dipadukan dengan metode Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan critical thinking siswa secara signifikan, yang ditunjukkan oleh perolehan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,70 dengan kriteria sedang. Selain itu, respons siswa terhadap media pembelajaran ini sangat positif dengan persentase mencapai 92,3% dalam kategori sangat baik. Simpulannya, media Augmented Reality dengan metode Discovery Learning terbukti layak, praktis, dan sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan critical thinking siswa pada materi fiber optik sebagai solusi akibat ketiadaan alat fisik.
Copyrights © 2026