Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku sosial siswa sebelum dan sesudah diajar menggunakan model pembelajaran berbasis pengalaman experiential learning yang berorientasi kontekstual pada materi gelombang ultrasonik di SMA Negeri 4 Soppeng. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat perilaku sosial siswa, sebagaimana tercermin dalam interaksi mereka dengan guru, teman sebaya, dan masyarakat. Masalah ini terutama terlihat dalam pembelajaran fisika, di mana siswa cenderung menunjukkan minat yang rendah terhadap metode pengajaran berbasis ceramah. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan *one-group pretest-posttest*. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XII di SMA Negeri 4 Soppeng. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi oleh para ahli. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis. Hasil analisis menggunakan IBM SPSS versi 26 menunjukkan bahwa nilai uji normalitas lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa data berdistribusi normal. Sementara itu, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai kurang dari 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan pada perilaku sosial siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman tersebut. Sebagai kesimpulan, penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman yang berorientasi kontekstual memberikan pengaruh positif terhadap perilaku sosial siswa dalam pembelajaran materi gelombang ultrasonik
Copyrights © 2026