Krisis lingkungan global menuntut adanya transformasi pendidikan yang mampu membentuk generasi peduli alam, salah satunya melalui literasi ekologi (ecoliteracy). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi literasi ekologi dalam meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan siswa Sekolah Dasar (SD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pencarian data dilakukan melalui database Google Scholar, Sinta, dan DOAJ dengan kata kunci terkait. Hasil seleksi mengidentifikasi 14 artikel yang diterbitkan pada rentang 2021–2026 untuk dianalisis secara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa implementasi literasi ekologi di SD sangat beragam, mulai dari model pembelajaran inovatif seperti Ecoliteracy and Adaptation (ELA), program Adiwiyata, hingga praktik daur ulang dan pemanfaatan limbah. Pendekatan berbasis proyek (Project Based Learning) dan pembiasaan lingkungan terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa (melalui pembuatan produk daur ulang, eco-enzym, hidroponik) serta menumbuhkan kesadaran ekologis. Namun, masih terdapat kesenjangan antara aspek kognitif dan afektif siswa, di mana pengetahuan dasar tentang lingkungan masih rendah meskipun sikap peduli sudah terbentuk. Hambatan utama mencakup kurangnya integrasi kurikulum dan minimnya pelatihan guru. Kesimpulannya, ecoliteracy adalah fondasi penting bagi Kurikulum Merdeka, yang implementasinya membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tercipta generasi yang kreatif dan berbudaya lingkungan.
Copyrights © 2026