Pengurangan sampah plastik sekali pakai memerlukan perubahan perilaku yang didukung oleh pendidikan dan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menganalisis hubungan struktural antara pendidikan lingkungan, kesadaran lingkungan, dan perilaku pengurangan plastik sekali pakai yang dilaporkan responden, serta menguji peran mediasi kesadaran lingkungan. Penelitian menggunakan survei kuantitatif dengan desain potong lintang terhadap 257 responden berusia 17–35 tahun dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda sebanyak 139 responden dan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA sebanyak 118 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling melalui SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan berhubungan positif dan signifikan dengan kesadaran lingkungan (β = 0,620; t = 16,896; p < 0,001). Kesadaran lingkungan berhubungan positif dan signifikan dengan perilaku pengurangan plastik sekali pakai (β = 0,610; t = 12,497; p < 0,001). Pendidikan lingkungan juga memiliki hubungan langsung yang positif dan signifikan dengan perilaku pengurangan plastik, meskipun kekuatannya relatif kecil (β = 0,131; t = 2,280; p = 0,023). Pengaruh tidak langsung melalui kesadaran lingkungan sebesar 0,378 (t = 9,805; p < 0,001), yang menunjukkan mediasi parsial komplementer. Model menjelaskan 38,5% varians kesadaran lingkungan dan 48,8% varians perilaku pengurangan plastik. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan pendidikan lingkungan dengan perilaku pengurangan plastik terutama berlangsung melalui penguatan kesadaran lingkungan. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan perlu memadukan pengetahuan, refleksi, pengalaman praktis, dan dukungan kelembagaan untuk memfasilitasi perilaku pengurangan plastik yang lebih konsisten.
Copyrights © 2026