Salah satu kompetensi sosial-emosional yang penting, kemampuan empati, dikembangkan sejak usia sekolah dasar karena berkontribusi pada perilaku prososial, toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar biasanya berfokus pada aspek kognitif, sehingga pengembangan empati belum menjadi fokus utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial membantu siswa sekolah dasar menjadi lebih empatik, menemukan tugas-tugas apa yang dapat membantu siswa menjadi lebih empatik, dan menciptakan ciri-ciri model pembelajaran IPS yang dapat membantu siswa menjadi lebih empatik. Studi ini dilakukan dengan desain studi kasus di SD Negeri Sayangan, Laweyan, Surakarta, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Siswa dan pendidik dari kelas III, IV, dan V dipilih secara purposive untuk penelitian ini. Setelah data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa digunakan untuk menganalisisnya melalui tahapan kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berperan penting dalam menumbuhkan empati melalui kegiatan pembelajaran yang kolaboratif, kontekstual, dan reflektif. Siswa belajar berperilaku prososial dan memahami perspektif orang lain melalui aktivitas seperti diskusi kelompok, studi kasus sosial, presentasi kelompok, dan refleksi pembelajaran. Selain itu, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran IPS berbasis empati yang menekankan empat tahapan: orientasi masalah sosial, eksplorasi perspektif, diskusi kolaboratif, refleksi empatik, dan aksi sosial sederhana. Model ini dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar meningkatkan kemampuan empati mereka. Tujuan penelitian adalah untuk membantu guru menerapkan penguatan karakter sosial ke dalam pembelajaran IPS dengan lebih baik
Copyrights © 2026