Penelitian ini mengkaji peran masyarakat lokal, khususnya generasi muda, dalam menjaga keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis anyaman bambu di Desa Wisata Loyok, Lombok Timur. Selain itu, studi ini mengidentifikasi determinan pendukung dan penghambat ekosistem kreatif tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penentuan informan dilakukan melalui purposive sampling terhadap enam subjek representatif (pengrajin, guru/pengrajin, pemandu wisata, perangkat desa, dan tokoh masyarakat). Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan validitas diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi lima peran fundamental masyarakat: pelaku produksi, pelestari keterampilan, inovator produk, agen pemasaran, dan penjaga sustainabilitas. Ditemukan adanya segregasi peran antargenerasi; partisipasi pemuda masih terbatas pada pemasaran digital, sementara produksi inti dan pewarisan keahlian didominasi oleh pengrajin senior. Faktor pendukung utama mencakup pendampingan kelembagaan (Pemerintah Desa dan Pokdarwis), ketersediaan bahan, serta warisan keahlian. Sebaliknya, krisis regenerasi, fluktuasi bahan baku musiman, serta kesenjangan literasi digital menjadi faktor penghambat. Disimpulkan bahwa masa depan dan keberlanjutan ekonomi kreatif Desa Loyok sangat bergantung pada keberhasilan menjembatani kesenjangan peran lintas generasi tersebut.
Copyrights © 2026