Pendahuluan: Regulasi emosi adalah proses pengaturan emosi untuk menghasilkan emosi untuk mencapai keseimbangan emosi yang lebih baik. Usia siswa Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) termasuk usia remaja yang rentan terhadap gangguan emosi karena pada saat ini kondisi siswa emosi masih kurang baik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental, dengan rancangan one group pre test-post test. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik wilcoxon hasil dari penelitian ini dengan nilai p-value =0,000 karena nilai p < 0,05, yang menyatakan terapi autogenik kombinasi musik mampu meningkatkan regulasi emosi pada remaja. Simpulan: Ada Pengaruh Terapi Autogenik Kombinasi Musik Terhadap Peningkatan Regulasi Emosi Pada Remaja Di SMPN 4 Bangli.
Copyrights © 2025