Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi niat keberlanjutan penggunaan Generative AI di sektor perdagangan, dengan fokus pada motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan karakteristik teknologi. Menggunakan metode campuran, analisis kuantitatif dilakukan dengan fuzzy-set Qualitative Comparative Analysis (fsQCA) terhadap 221 responden, dan analisis kualitatif melalui 15 wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian mengidentifikasi empat sufficient configurations dan satu necessary condition yang menjelaskan tingginya niat keberlanjutan penggunaan, dengan Intrinsic Motivation to Accomplish (InMa) sebagai faktor kunci. Kombinasi motivasi intrinsik, perceived usefulness, dan persepsi kebaruan teknologi terbukti meningkatkan niat keberlanjutan, sedangkan perceived ease of use berpengaruh kecil. Tidak ditemukan konfigurasi yang menjelaskan niat rendah, menunjukkan adanya causal asymmetry. Analisis kualitatif menunjukkan penggunaan Generative AI paling umum untuk tugas administratif dan interaksi pelanggan, dengan manfaat utama berupa efisiensi dan peningkatan kualitas kerja, namun terkendala akurasi dan konteks informasi. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara motivasi dan persepsi positif terhadap teknologi untuk menjaga keberlanjutan penggunaan Generative AI di lingkungan kerja.
Copyrights © 2026