Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan pengguna terhadap sistem informasi terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pemetaan kinerja dan pengelolaan sumber daya organisasi daerah berbasis komunitas. Evaluasi dilakukan menggunakan Technology Acceptance Model melibatkan 4 konstruk utama yaituPerceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, dan Acceptance. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus melalui penyebaran kuesioner kepada 30 pengguna aktif sistem yang terdiri dari pengurus dan operator organisasi. Temuan studi ini mengungkapkan bahwa sistemmemperoleh tingkat perceived ease of use sebesar 86,11% dan perceived usefulness sebesar 83,06%, yang menunjukkan bahwa sistem dinilai mudah digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas organisasi. Nilai attitude toward using berada pada kategori moderat sebesar 60,00%, sementara tingkat acceptance mencapai83,96%, yang menunjukkan penerimaan pengguna yang sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks organisasi berbasis komunitas, persepsi kemudahan dan kegunaan sistem memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan faktor afektif dalam mendorong penerimaan teknologi. Studi ini meningkatkan ruang lingkup implementasi Technology Acceptance Model di lingkungan organisasi daerah dengan pendekatan komunal serta menunjukkan potensi sistem informasi terintegrasi sebagai instrumen strategis dalam tata kelolaorganisasi berbasis data.
Copyrights © 2026