UMKM merupakan pilar penting perekonomian di Kabupaten Banyuwangi, namun perkembangannya masih menghadapi kendala akibat belum adanya pemetaan yang mempertimbangkan aspek keruangan. Studi ini bertujuan melakukan segmentasi wilayah berdasarkan sebaran geografis (lintang dan bujur) serta kepadatan UMKM guna menyusun rekomendasi strategi berbasis kluster. Dengan memanfaatkan algoritma K-Means pada data dari 22 kecamatan, penelitian berhasil mengidentifikasi tiga kluster berbeda: Kluster 0 (8 kecamatan) di bagian barat dengan konsentrasi UMKM tertinggi, Kluster 1 (9 kecamatan) di bagian tengah dengan jumlah UMKM menengah, dan Kluster 2 (5 kecamatan) di wilayah timur dengan tingkat UMKM paling rendah. Hasil analisis menunjukkan korelasi negatif antara bujur dan produktivitas UMKM, di mana wilayah barat (bujur lebih rendah) justru menunjukkan kinerja lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kebijakan yang seragam tidak lagi relevan. Oleh karena itu, studi ini mengusulkan strategi berbeda untuk setiap kluster guna mendukung optimalisasi alokasi sumber daya dan program pendampingan UMKM di Banyuwangi.
Copyrights © 2026