Dalam konteks perkembangan layanan air minum, jumlah depot air minum isi ulang (DAMIU) di wilayah Hagu Barat Laut, Kota Lhokseumawe mengalami peningkatan signifikan. Kualitas air yang dihasilkan memiliki implikasi langsung terhadap kesehatan masyarakat, seperti potensi risiko terjadinya penyakit-penyakit berbasis air, khususnya diare. Survei menunjukkan bahwa mayoritas penduduk setempat (mencapai 95%) memilih mengonsumsi air minum isi ulang dengan pertimbangan utama faktor ekonomi, yakni harganya yang lebih terjangkau dibandingkan air minum kemasan bermerek. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi kualitas mikrobiologis air minum dari depot-depot air isi ulang di kawasan Hagu Barat Laut melalui analisis parameter Coliform dan Escherichia coli dengan menggunakan metode Compact Dry EC di Laboratorium Puskesmas setempat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari lima depot yang diteliti, dua diantaranya tidak memenuhi standar mikrobiologis. Hasil uji menunjukkan keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli yang mengindikasikan air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah perlunya pengawasan berkelanjutan oleh Dinas Kesehatan Lhokseumawe melalui pemeriksaan berkala setiap enam bulan terhadap kualitas air minum isi ulang guna menjamin keselamatan konsumen.
Copyrights © 2025