Penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut guru untuk memiliki kompetensi diagnostik yang memadai guna mengenali ragam hambatan belajar pada peserta didiknya. Akan tetapi, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa para guru di sekolah inklusi Kota Makassar masih menghadapi kendala dalam menjalankan deteksi dini literasi secara mandiri, sehingga proses penanganan kerap terlambat atau tidak tepat sasaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 2 April 2026 di Gedung Balai Bahasa Makassar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam menyusun pemetaan profil hambatan belajar melalui pelatihan asesmen informal yang mencakup lima domain literasi, yakni fonologis, visual-dekoding, kelancaran, pemahaman, dan afektif. Pendekatan pelaksanaan menggunakan model pelatihan terstruktur yang diperkuat dengan sesi pendampingan teknis atau coaching langsung di kelas. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman konseptual maupun keterampilan praktis guru dalam mengoperasikan instrumen asesmen. Para guru kini telah mampu menyusun Profil Literasi Individual secara mandiri sebagai dasar penetapan program intervensi di kelas inklusi. Capaian ini menegaskan bahwa pemberdayaan guru melalui layanan pelatihan berbasis data merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan nyata siswa.
Copyrights © 2026