Kabupaten Lamongan menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah pemukiman padat penduduk. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), total timbulan sampah periode 2021 hingga 2023 mencapai 365.935,39 ton, yang terdiri dari sampah organik dan anorganik. Upaya untuk meminimalkan permasalah sampah rumah tangga pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisis komposisi dan timbulan sampah yang dihasilkan dari kegiatan perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa makanan merupakan jenis sampah terbesar (30%) akibat aktivitas memasak dan makan harian. Total timbulan sampah meningkat dari 576700 liter pada tahun 2025 menjadi 1149750 liter per tahun untuk periode 2026–2034, seiring bertambahnya unit rumah yang terjual dan dihuni. Pengelolaan sampah yang direncanakan meliputi pengelolaan organik dengan metode Takakura susun, pengurangan penggunaan plastik, dan daur ulang sampah anorganik. Dengan strategi ini, diharapkan lingkungan perumahan menjadi bersih, sehat, dan bernilai. Selain itu, strategi ini juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Copyrights © 2025