Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat keselamatan pejalan kaki, khususnya pelajar, yang melintasi zebra cross di Jalan Kartini, Kota Tegal, yang memiliki lalu lintas padat. Meskipun jumlah kecelakaan tergolong rendah, penelitian ini menggunakan teknik konflik lalu lintas (TCT) guna memaksimalkan keselamatan pejalan kaki. Observasi dilakukan selama jam sibuk untuk memperoleh data mengenai frekuensi nyaris kecelakaan (near-miss), kepatuhan pengemudi, serta tingkat penggunaan fasilitas penyeberangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kejadian near-miss relatif tinggi. Sebagian besar pengemudi belum sepenuhnya mematuhi aturan untuk berhenti saat pejalan kaki melintasi jalan, dan hanya sekitar 47% pengemudi yang berhenti dengan benar. Setelah dipasang penyeberangan jalan yang lebih jelas, jumlah kecelakaan tampak menurun signifikan, yang menunjukkan bahwa inisiatif ini cukup efektif dalam meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Namun, tingkat kepatuhan pengemudi kendaraan bermotor dan pejalan kaki terhadap aturan keselamatan masih perlu ditingkatkan. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat, pemasangan rambu yang lebih jelas, dan penegakan hukum untuk mendukung keselamatan di kawasan ini. Analisis deskriptif menunjukkan adanya kebutuhan untuk memberikan rekomendasi yang lebih konkret dalam upaya mendukung program nihil kecelakaan khususnya di sektor lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025