Produksi bata merah berdampak buruk pada lingkungan akibat eksploitasi tanah liat dan emisi karbon. Sebagai solusi, bata ringan CLC dikembangkan karena lebih ringan dan memiliki isolasi termal yang baik, meskipun masih bergantung pada semen. Penggunaan fly ash sebagai pengganti semen dapat mengurangi emisi karbon, memanfaatkan limbah industri, dan mendukung konstruksi berkelanjutan.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi semen dengan limbah fly ash terhadap kuat tekan dan daya serap air bata ringan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan maksimum berapa pada variasi 5% selama masa perawatan sebesar 2,300 MPa dan 3,450 MPa serta daya serap air maksimum berada pada variasi 0% selama masa perawatan sebesar 13,1%. Sedangkan untuk pengujian kuat tekan minimum berada pada variasi 0% selama masa perawatan sebesar 1,350 MPa dan 1,850 MPa, serta untuk pengujian daya serap air minimum berada pada variasi 15% selama masa perawatan sebesar 10,8%. Hal ini menunjukkan bahwa Semakin tinggi persentase fly ash, kuat tekan bata ringan meningkat lebih baik dibandingkan sampel tanpa fly ash. Selain itu daya serap air cenderung menurun seiring meningkatnya persentase fly ash, sehingga bata ringan menjadi lebih tahan terhadap kelembapan.
Copyrights © 2025