Balok kantilever merupakan elemen struktural yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan dan infrastruktur, terutama pada bagian yang mengalami beban berlebih di ujung bebasnya. Salah satu aspek penting dalam analisis struktur ini adalah defleksi maksimum yang terjadi akibat pembebanan. Ketelitian dalam menghitung defleksi sangat penting karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan struktur. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perhitungan defleksi maksimum balok kantilever dengan beban terpusat menggunakan tiga pendekatan berbeda, yaitu metode analitik, metode elemen hingga berbasis matriks kekakuan, dan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000. Model balok yang digunakan memiliki panjang, beban, dan sifat material yang sama pada ketiga metode. Pada pendekatan elemen hingga, pemodelan dilakukan dengan 20 elemen untuk memperoleh hasil yang mendekati kondisi kontinu. Hasil dari ketiga metode dibandingkan guna mengevaluasi tingkat akurasi dan efisiensi masing-masing pendekatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa defleksi maksimum yang diperoleh dari metode analitik sebesar 20,00 mm, metode matriks kekakuan sebesar 17,20 mm, dan SAP2000 sebesar 16,78 mm. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh tingkat diskretisasi pada pemodelan elemen hingga dan pendekatan numerik dalam perangkat lunak. Semakin tinggi jumlah elemen yang digunakan, hasil yang diperoleh semakin mendekati metode analitik. Disparitas yang relatif kecil antara hasil metode elemen hingga dan SAP2000 menunjukkan keandalan pemodelan numerik dalam analisis struktur. Kesimpulannya, seluruh metode memberikan hasil yang konsisten dengan tingkat perbedaan yang dapat diterima dalam praktik rekayasa. Metode elemen hingga dan SAP2000 terbukti efektif sebagai alternatif analitik dalam kasus struktur yang lebih kompleks.
Copyrights © 2025